Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis Dan Nilai Uang Terlengkap

Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis dan Nilai Uang Terlengkap - Apa terjadinya di dunia ini tidak ada uang? Tentu insan menjadi repot. Jika tidak ada uang, kalian mungkin membayar sesuatu dengan kelapa, beras, ayam, kambing atau barang lainnya.

Berikut uraian yang akan saya membahas perihal uang sebagai berikut.
  1. Pengertian Uang
  2. Sejarah Uang
  3. Fungsi Uang
  4. Syarat-Syarat Uang
  5. dan Nilai Uang

 Apa terjadinya di dunia ini tidak ada uang Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis dan Nilai Uang Terlengkap


Pengetian Uang

Uang merupakan sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang dan jasa dan kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.

Di Indonesia pengertian Uang merupakan alat bayar secara umum yang diterapkan pemerintah dan dijamin dengan undang-undang.

Uang yang dipakai oleh suatu negara merupakan mata uang negara yang bersangkutan, contohnya mata uang Indonesia yaitu rupiah (Rp).

Berikut daftar mata uang beberapa negara.

No
Nama Negara
Mata Uang
No
Nama Negara
Mata Uang
1
Amerika Serikat
 Dolar
8
Denmark
 Euro
2
Arab Saudi
 Ryal Arab
9
Mesir
 Pound Mesir
3
Belanda
 Euro
10
Prancis
 Euro
4
Jepang
 Yen
11
Peru
 Inti
5
Jerman
 Euro
12
Uni Emirat Arab
 Dirham
6
Brasil
 Cruzado
13
Yunani
 Euro
7
Inggris
 Poundsterling
14
Indonesia
 Rupiah

Sejarah Uang

Pada masa perekonomian tertutup, insan belum mengenal uang, Tukar-menukar dilaksanakan seara barter, artinya barang ditukar dengan barang. Pada masa perekonomian tertutup produksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Masyarakat tidak mendatangkan barang-barang dari luar kelompok ataupun daerah.

Peradaban sejarah uang termasuk inovasi gres bagi kehidupan manusia. Uang muncul bersamaan dengan kemajuan peradaban manusia. Diperkiraan 4-5 ribu tahun kemudian uang sudah ada di negeri Cina dan beberapa negara di sekitar Laut tengah.

Makin Meningkatnya kemajuan perekonomian, menciptakan insan memerlukan alat tukar umum dalam rangka menukarkan hasil produksi dengan kebutuhan lainnya. Sistem tukar barang sudah tidak sanggup dipertahankan lagi, alasannya ialah mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut.

  • Sulit dipindahkan
  • Tidak tahan lama
  • Sulit disimpan
  • Nilainya tidak tetap
  • Sulit dibagi tanpa mengurangi nilainya
  • Bersifat lokal

Menurut para mahir sejarah, alat tukar umum yang pernah dipakai ialah binatang ternak, gading, batu-batuan, tembaga, perak, cermin, garam, teh, kulit ternak, bambu, beras, kerang, dan kayu. Seiring dengan kemajuan peradaban, insan mencari alat tukar yang praktis, yang kini dikenal dengan istilah uang. Pada dikala kini ini uang dibentuk dari kertas dan logam mulia yang diubahsuaikan dengan undang-undang yang berlaku.

Fungsi Uang

Selain sebagai alat tukar-menukar, uang juga mempunyai fungsi lain. Secara garis besar, fungsi uang dibagi menjadi dua, yaitu:

Fungsi Asli

Fungsi orisinil uang, sebagai berikut:

  • Uang sebagai alat tukar umum
Uang berfungsi sebagai alat tukar umum apabila uang yang dipergunakan untuk membeli atau mendapatkan barang dan jasa. Contoh: kau membeli buku dengan uang (uang ditukar dengan buku).
  • Uang sebagai satuan hitung
Uang merupakan satuan ukuran yang dipakai untuk menetukan besarnya nilai atau harga suatu barang dan jasa. Dengan adanya uang, kau gampang memilih nilai suatu barang. Contoh: harga sebuah komputer Rp 4.500.00,00, harga sebuah buku Rp. 30.000,00 dan sebagainya.

Fungis Turunan

Fungsi Turunan uang, sebagai berikut:

  • Uang sebagai alat pembayaran
  • Uang sebagai alat untuk menabung
  • Uang sebagai pemindah kekayaan
  • Uang sebagai pembentuk atau penimbun kekayaan
  • Uang sebagai alat pendorong aktivitas ekonomi


Syarat-Syarat Barang yang Dapat Dijadikan Uang

Syarat-sayarat suatu barang dijadikan uang, sebagai berikut:

  • Kualitasnya hanya satu macam sehingga nudah dikenal
  • Diterima dan diketahui secara umum
  • Awet dan tidak gampang rusak
  • Mempunyai nilai tetap
  • Mudah dibagi tanpa mengurangi nilainya
  • Jumlah terbatas dan tidak gampang dipalsukan

Benda mempunyai syarat-syarat tersebut hanyalah emas dan perak, alasannya ialah itu ada zaman dahulu uang terdiri atas uang emas dan perak. Namun meluasnya perdagangan menciptakan alat tukar olgam menjadi kurang prakts. Karena itu, diciptakanlah uang kertas.

Jenis Uang

Pada awalnya sebelum diedarkan, uang ditimbang dan diuji berdasarkan kandungan emas atau peraknya. Untuk menghindari kesulitan menimbang, orang meminta mata uang dengan berat dan bentuk tertentu yang ditempa dan disertai cap.

Pada dikala kini yang paling banyak dipakai negara-negara di dunia ialah uang kartal dan uang giral.

Uang Kartal

Uang kartal merupakan alat pembayaran yang sah, ditetapkan oleh pemerintah dan masyarakat haru menerimanya. Uang kartal terdiri atas dua macam, yaitu uang pemerintah berupa logam, nikel dan kertas, serta uang bank, yaitu: uang kertas dan uang logam. Uang negara dan uang bank memliki ciri sebagai berikut:

  1. Uang negara, dikeluarkan oleh pemerintah, dijamin dengan undang-undang, bertuliskan nama negara yang mengeluarkan, dan biasanya terdiri atas satuan uang yang nilai nominalnya kecil.
  2. Uang Bank, dikeluarkan oleh bank sentral, dijamin dengan valuta absurd atau emas, bertuliskan bank sentral dan dibagi atas satuan uang nilai nominalnya besar.

Uang Bank dibagi dua macam, yaitu:

  • Uang Logam
  • Uang Kertas

Uang Giral

Uang Giral merupakan saldo dari orang-orang atas rekening mereka pada bank yang sanggup diambil oleh pemegang rekening. Saldo simpanan uang di bank itulah yang disebut uang giral, yang sanggup diambil sewaktu-waktu dengan giro cek/wiesl atau telegraphic transefer.

Nilai Uang

Nilai uang bear sekali pengaruhnya dalam perekonomian suatu negara. Bila nilai mata uang negara itu menurun, kehidupan perekonomian akan terganggu. Dalam perekonomian ada tigas macam nili uang, yaiut:
  • Nilai Nominal, yaitu nilai yang tertulis pada tiap-tiap mata uang.
  • Nilai Intrinsik, yaitu nilai dari materi uang tersebut yang mungkin saja nilainya lebih rendah dari nilai nominalnya.
  • Nilai Tukar, yaitu nilai barang yang sanggup ditukar dengan uang tersebut.




Demikian Pembahasan Tentang Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis dan Nilai Uang Terlengkap dari
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca  Apa terjadinya di dunia ini tidak ada uang Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis dan Nilai Uang Terlengkap

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis Dan Nilai Uang Terlengkap"

Posting Komentar